Sifat Fisika Monosodium Phosphate

Rate this post

Sifat Fisika Monosodium Phosphate adalah senyawa anorganik termasuk ke dalam kelompok garam fosfat dengan rumus kimia NaH₂PO₄. Senyawa ini terbentuk dari hasil reaksi antara asam phosphate (H₃PO₄) dengan natrium hidroksida (NaOH) perbandingan tertentu, sehingga menghasilkan garam asam masih memiliki sifat asam lemah. Fisika natrium phosphate umumnya berbentuk kristal putih atau bubuk padat mudah larut dalam air, serta memiliki rasa yang sedikit asam. Karena sifat fisika yang larut air, monosodium fosfat sering berguna di berbagai aplikasi industri maupun kebutuhan sehari-hari.

Dalam bidang pangan, sifat fisika monosodium fosfat berperan sebagai bahan tambahan makanan berfungsi sebagai pengatur keasaman, penstabil, serta pengemulsi. Sifat fisika natrium phosphate membantu menjaga tekstur, rasa, serta kualitas makanan agar lebih awet maupun tetap stabil selama penyimpanan. Beberapa produk olahan seperti susu bubuk, minuman instan, keju, maupun produk bakery kerap memanfaatkan fisika phosphate monosodium untuk mempertahankan konsistensi serta mencegah perubahan rasa. Dengan demikian, penggunaannya di industri makanan sudah mengatur dengan batasan tertentu agar tetap aman mengonsumsi.

Berikut informasi lebih lanjut mengenai Sifat Fisika Monosodium Phosphate.

Selain pada bidang pangan, fisika natrium phosphate juga banyak berguna di bidang farmasi. Dalam industri obat-obatan, fisika monosodium fosfat sering memanfaatkan sebagai penyangga (buffer) formulasi obat untuk menjaga kestabilan pH. Buffering agent seperti monosodium phosphate penting agar kandungan obat tidak mudah rusak atau mengalami perubahan sifat kimia akibat fluktuasi pH. Hal ini membuatnya sangat bermanfaat terutama produk obat cair, suplemen, maupun larutan infus memerlukan kestabilan tinggi selama proses penyimpanan maupun penggunaan.

sifat fisika monosodium phosphate

Di sisi lain, fisika monosodium fosfat juga memiliki peran di bidang industri non-pangan, misalnya dalam pengolahan air. Monosodium fosfat bisa berguna sebagai agen pengendali korosi serta pembentuk kompleks ion logam sehingga mencegah endapan dapat merusak sistem perpipaan. Selain itu, penggunaannya dapat menemukan pada industri detergen maupun pembersih rumah tangga, karena sifat fisika mampu melunakkan air keras. Dengan keunggulan tersebut, fisika phosphate monosodium menjadi salah satu bahan kimia serbaguna yang memakai di berbagai sektor industri.

Penjelasan berikut menguraikan secara rinci sifat fisika monosodium fosfat serta hubungannya dengan aplikasi praktisnya.

  1. Bentuk, Warna, dan Struktur Kristal

Sifat fisika natrium phosphate biasanya hadir dalam bentuk padatan kristalin putih tidak berbau. Monosodium fosfat dapat menemukan bentuk anhidrat maupun hidrat. Pada bentuk hidrat, phosphate monosodium mampu mengikat molekul air dengan jumlah bervariasi, misalnya monosodium phosphate monohidrat (NaH₂PO₄·H₂O) atau dihidrat (NaH₂PO₄·2H₂O). Kehadiran air dalam struktur kristal memengaruhi massa molekul relatif & sifat kelarutannya.

Kristal fisika monosodium fosfat cenderung berbentuk prisma atau granul halus. Teksturnya tidak lengket, tetapi karena sifat yang higroskopis, kristal ini mudah menyerap kelembapan dari udara sehingga dapat menggumpal jika tidak menyimpan dengan benar. Warna putih pada kristal menunjukkan kemurniannya, ataupun bila terdapat kotoran atau senyawa lain, warna dapat berubah menjadi kekuningan atau kecoklatan.

  1. Massa Molar dan Kepadatan

Massa molar fisika natrium phosphate anhidrat adalah sekitar 119,98 g/mol. Sedangkan bentuk monohidrat memiliki massa molar sekitar 137,99 g/mol, serta bentuk dihidrat sekitar 155,99 g/mol. Perbedaan massa molar ini berpengaruh pada penggunaannya perhitungan stoikiometri, khususnya pada aplikasi kimia atau farmasi menuntut dosis tepat. Kepadatan (densitas) fisika monosodium phosphate anhidrat berada di kisaran 2,36 g/cm³, sedangkan bentuk hidrat biasanya memiliki densitas sedikit lebih rendah karena adanya molekul air dalam kisi kristal. Densitas ini cukup tinggi untuk senyawa garam anorganik, sehingga memengaruhi cara penyimpanan maupun transportasi skala industri.

  1. Titik Leleh dan Stabilitas Termal

Monosodium fosfat memiliki titik leleh sekitar 190 °C, dan pada suhu ini senyawa akan mulai terurai sebelum mencapai titik didih. Proses pemanasan lebih lanjut menyebabkan dehidrasi (kehilangan molekul air pada bentuk hidrat) serta pembentukan senyawa fisika natrium pirofosfat. Dengan kata lain, fisika phosphate monosodium tidak memiliki titik didih yang jelas karena mengalami dekomposisi termal sebelum mencapai fase gas. Stabilitas termalnya sangat penting untuk aplikasi industri. Misalnya, ketika berguna pada proses pangan atau farmasi melibatkan pemanasan, perlu memperhatikan agar suhu tidak melebihi titik dekomposisinya, sebab perubahan struktur kimia dapat mengurangi efektivitas fungsinya.

  1. Kelarutan dalam Air dan Sifat Larutan

Salah satu sifat fisika terpenting natrium phosphate adalah kelarutannya yang tinggi dalam air. Pada suhu kamar (25 °C), kelarutannya mencapai sekitar 85 g/L. Sifat ini menjadikannya mudah mengaplikasikan larutan, baik untuk industri pangan, farmasi, maupun kimia. Larutan fisika phosphate monosodium memiliki sifat asam lemah, karena ion H₂PO₄⁻ dapat bertindak sebagai donor proton. Nilai pH larutan 1% biasanya berada di kisaran 4,3–4,5.

Oleh karena itu, monosodium fosfat sering berguna sebagai buffer untuk mengatur serta mempertahankan pH pada rentang tertentu. Dalam sistem buffer, monosodium fosfat sering mengombinasikan dengan disodium phosphate (Na₂HPO₄) sehingga menghasilkan buffer phosphate stabil serta berguna luas dalam penelitian biokimia maupun industri makanan. Selain itu, fisika monosodium phosphate tidak larut dalam pelarut organik seperti etanol atau aseton. Hal ini menunjukkan sifat yang polar, sejalan dengan karakter garam anorganik pada umumnya.

  1. Higroskopisitas dan Penyimpanan

Fisika natrium phosphate di kenal memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara. Akibatnya, kristal fisika monosodium phosphate membiarkan terbuka di lingkungan lembap akan menyerap air & menggumpal. Sifat ini menjadi pertimbangan penting penyimpanan. Oleh karena itu, phsphate monosodium harus menyimpan wadah kedap udara atau kemasan tertutup rapat untuk menjaga kualitas serta kemurniannya. Higroskopisitas juga berpengaruh pada aplikasinya. Dalam industri makanan, misalnya, sifat ini dapat membantu menjaga kelembapan produk. Namun formulasi tertentu, sifat higroskopis bisa menjadi kelemahan karena berisiko menurunkan stabilitas fisik produk akhir jika tidak mengendalikan dengan baik.

  1. Konduktivitas dan Sifat Elektrolit

Karena larut sempurna dalam air, monosodium fosfat menghasilkan ion Na⁺ dan H₂PO₄⁻. Oleh sebab itu, larutannya merupakan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik. Konduktivitas larutan tergantung pada konsentrasi & suhu. Semakin pekat larutan, semakin tinggi pula konduktivitas listriknya. Sifat elektrolit ini memanfaatkan laboratorium kimia maupun biokimia, misalnya pada eksperimen yang membutuhkan medium konduktif untuk memfasilitasi reaksi ionik.

  1. Perubahan Fase dan Hidratasi

Seperti menyebutkan sebelumnya, sifat fisika natrium phosphate dapat hadir di berbagai bentuk hidrat. Saat memanaskan, bentuk hidrat akan mengalami dehidrasi bertahap, melepaskan molekul airnya pada suhu tertentu. Misalnya, monosodium fosfat monohidrat kehilangan air kristalnya pada suhu sekitar 100 °C, sementara bentuk dihidrat memerlukan pemanasan sedikit lebih tinggi. Fenomena ini penting penyimpanan & transportasi, karena bentuk hidrat lebih stabil kondisi kelembapan tinggi, sementara bentuk anhidrat lebih cocok berguna pada aplikasi yang memerlukan konsentrasi fosfat lebih tinggi.

Demikian informasi mengenai Sifat Fisika Monosodium Phosphate, silahkan hubungi kami dibawah ini, kami akan berikan harga terbaik untuk anda!

contact us